Tahun ini adalah tahun ke 2 gw mengenakan jilbab, ibarat umur makhluk hidup masih batita lah. Tapi masih banyak orang di sekitar yang menanyakan kenapa bisa? kenapa yakin? dan banyak juga yang mendoakan agar selalu istiqomah. Pro dan kontra dalam kehidupan sangatlah wajar, kalau ngga ada ya baru terasa aneh, iy ga?? ;) Berjilbab, saat gw memutuskan untuk menutup aurat sebagaimana yang harusnya seorang wanita muslimah lakukan ini pertimbangan yang sangat lama. Tertunda karena kurangnya ilmu pengetahuan agama yang gw miliki saat itu, sangat jauh dari
Al Quran, sangat jauh dari perkumpulan majelis ilmu agama, pemikiran masih dipenuhui dengan kecinta akan kesenangan duniawi. Gw bersyukur banget Allah sangat amat mencintai gw karena memberikan gw pentunjuk, hidayah, dan membimbing untuk bisa lebih dekat kepadaNYA, dan bersyukur punya Orang Tua yang Insya Allah tergolong orang soleh (Aamiin). Saat itu dipikiran gw yang membuat untuk mendunda dan menunda adalah, karena gw suka banget yang namanya wisata air dan travelling, nanti kalau ke pantai bajunya ga okelah,harus berlapis-lapis lah, nanti harus ngeringin rambutlah, kan kalau pake jilbab rambut basah ga enak dan apa lagi kalau traveling pasti kalau bawa baju lebih banyak karena bawa pakaian tidak cukup 1 pcs dan harus bawa jilbab pula. Apalagi kalau datang ke acara undangan pesta, pasti lebih ribet…pokonya yang ada keribetan aja didalam pikiran gw. Belum lagi gw merasa belum siap, karena merasa masih belum baik untuk menggunakannya, ditambah gw melihat diluar sana banyak yang berhijab tapi kelakuan tidak dijaga / tidak sesuai. Walaupun besar keraguan gw, dihati juga besar keinginan menutup aurat. Bunda juga selalu mengingatkan "untuk segera menutup aurat, karena gw sudah dewasa dan hal ini akan dipertaggung jawabkan orang tua dialam kubur". Dihati ini juga Alhamdulillah sebenernya ada rasa malu ketika keluar rumah tidak menutup aurat dengan sempurna, meskipun pakaian yang gw pakai cukup sopan misalnya (menggunakan kaos lengan panjang dan celana panjang). Gw juga malu ketika sudah mulai menghadiri kegiatan pengajian dimana-mana ko belum bisa menutup aurat, yang dimana gw tau ini adalah W A J I B.
Allah SWT berfirman dalam surat An'Nur (24:31) : Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Dan diwaktu ketika gw mendengarkan suatu tausyiah kurang lebih seperti ini “doa seorang anak yang akan langsung dijabah olehNYA,adalah doa anak soleha yang sudah menutup auratnya”. dan “orang yang melakukan solat tetapi masih belum menutup auratnya, sia-sia”. Owh..its so deep buat gw…kalau bahasa di twiternya #jleb :D akhirnya gw berpikir,gila ya selama ini solat gw / ibadah gw sia-sia dong dan Allah aja ga pernah cape ngasih segala kenikmatan dalam hidup gw slama ini, kesehatan, rizky, kehidupan yang layak, keluarga yang utuh,dll…masa DIA cuma minta gini aja gw ga bisa. Dan diawal tahun 2011 Alhamdulillah gw yakin, seyakinnya menutup aurat. Ketika pertama kali menggunakannya, pro dan kontra pasti ada disetiap kehidupan. Cemohan orang sekitar yang tidak yakin gw menggunakannya gw lewati dengan santai, Alhamdulillah Allah maha baik, hijab membuat gw semakin tenang dalam menjalani kehidupan dan gw merasa tidak ada kesulitan. Keribetan-keribetan yang gw takuti sebelumnya, itu sama sekali tidak sulit / tidak seribet apa yang gw bayangkan. Alhamdulillah Allah malah kasih gw rizky, tiap bulan traveling dari dalam kota, luar kota sampai ke luar negri. Subahanallah, Allah maha baik dan menunjukan kalau apa yang saya takutin tidak terjadi.Gw jadi inget hadist kalau ga salah,”jika kamu mendekat maka AKU sejengkal lebih dekat”. Indah sekali rasanya ketika gw bisa merasakan kedekatan dengan maha pencipta, nikmat yang luar biasa.
Jujur gw akuiin, jilbab bukanlah lambang dari ketakwan tapiii ini adalah langkah awal kita untuk patuh kepadaNYA. Gw pun belum sempurna menjadi wanita muslimah soleh yang DIA inginkan, akhlah gw masih jauuuh banget dari apa yang DIA perintahkan. Tapiiii, gw punya kemauan dan ga akan pernah lelah untuk terus berusaha bangkit lagi dan terus menjadi lebih baik untuk mendapatkan ridho dan ampunanNYA. karena kehidupan akhiratlah yang kekal. Seperti janji Allah dalam surat Al Isra ayat 18-19 ,” Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik". Maha Suci Allah...Yang Maha Menciptakan
dan ini pertamakalinya gw mantai dengan jilbab, padahal duluuu (waktu belum pakai jilbab) mantai diAceh kan harus berjilbab rasaaaanya udah kaya dipaksa makan makanana yang ga kita suka.Sekarang Alhamdulillah banget nyaman, dan sisi positif lainnya melindungi kulit dari sengatan sinar matahari loh ;)
pertamakalinya kondangan, malah dengan berjilbab lebih simple. Kalau lagi bad hair ga usah pusing lagi deh, dan ga ribet harus di rol lah, ke salon lah...setuju apa setuju??? :)
dan yang ini pertamakalinya jilbapan sampai ke negri madagaskar :D :D masih bisa terlihat kece kan bergaya di negri orang :D *lebay dikit gpp ya ^^v
Untuk kalian yang masih ragu atau merasa belum siap (banyak pertimbangan-pertimbangan lainnya) apapun alasannya itu yang bikin kamu menundanya, coba yuuu berpikir lagi.…umur manusia tidak ada yang tau, jadi jangan sampai kita menyesal dikehidupan setelah mati. Seperti yang tertulis dalam ayat suci Al Quran (QS 35:37) “Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan." Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun”. Jadi tidak ada alasan lagi ya untuk menundanya apa lagi zaman sekarang hijab sudah banyak banget modelnya. Yuu..mariii...berhijab, yakin deh pasti semakin terpancar innerbeautynya dan Insya Allah menjadikan kita cantik luar dalam, cantik lahir dan batin.Aamiin :)
Dan jangan pernah terputus untuk selalu belajar dan memperdalam ilmu pengetahuan agama, hadir di dalam majelis ilmu, berkumpul bersama orang - orang soleh agar terus menguatkan iman kita dan menjaga ke istiqomahan ibadah - ibadah kita untuk mengharap ridho dan ampunanNYA. Yang disertai adanya rasa Cinta yang besar kepada Allah SWT, Al Quran, dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Allah SWT berkata dalam surat Al Baqarah ayat 186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Dan dengan seiriingnya waktu pasti kita bisa memperbaiki akhlak kita, jilbab kita yang sebagaimana seharusnya (yang menutupi dada, jilbabpan jangan berpakaian yang ketat / masih menonjolkan lekuk tubuh, dll). Gw pun masih belajar untuk hal ini, dan duluu ketika gw belum berjilbab melihat orang yang berjilbab tapi berkelakuan yang tidak seharusnya gw suka menyinyir mereka dan kini gw tersadar ketika gw sudah mengenakannya tetapi belum diiringi dengan akhlak yang baik (Astaghfirullahaladzim), ya jilbab memang bukan lambang ketakwaan tetapi ini langkah awal kita untuk lebih dekat padaNYA, berbakti pada orang tua dan berusaha mempunyai akhlak yang baik beserta hati yang bersih agar bisa terhubung oleh cahayaNYA. Kita kaum muslimin untuk saling mendoakan sesama muslim lainnya, agar kita semua termasuk golongan orang - orang yang diridhoiNYA dan diberikan hidayahNYA. Aamiin...
Wednesday, January 30, 2013
Friday, January 25, 2013
Negara kita, Indonesia kita
Awal tahun bulan pertama 2013 di negara tercinta kita Indonesia Raya, melewati berbagai macam peritiwa. Mulai dari hebohnya prilaku para capres yang berlomba - lomba mencari dukungan melalui media sosial, masyarakat yang turut andil dalam penentuan ranah hukum prilaku para pejabat yang mencoreng sebuah aturan atau norma - norma yang berlaku, acara pergantian tahun yang dihiasi dengan adanya kericuhan, sampai musibah banjir yang melanda Jakarta. Diantara sederetan peristiwa yang Negara kita lewati mungkin yang paling menghebohkan musibah banjir di kota Jakarta, gimana tidak dalam sejarahnya baru kali ini daerah Bunderan Hotel Indonesia terendam banjir dan banyak lokasi - lokasi lainnya yang biasanya tidak pernah terkena banjir kali ini terendam.
Dan kebanyakan dari kita (Warga Negara Indonesia) *mungkin termasuk gw hanya bisa berkomentar, menyalahkan dan protes..."harusnya kan begini...ko gini sih...kenapa ga begitu..dan blablabla. Ketika di media sosial rame - rame orang pada ikut - ikutan heboh tulis hastag #PrayForJakarta, hati dan pikiran gw terhentak semua pada heboh menujukan rasa empaty nya tapiii dalam kenyataannya masih banyak korban bencana yang tidak mendapatkan secara merata bantuan itu. Jadi dari situ terbuktilah kalu kita kebanyakan hanya bisa berkomentar yang tidak diiriingi dengan tindakan. Sebelum lisan kita menyalahkan para pejebat lah yang bertanggung jawab tidak koperatif, kita seharusnya lihat ke diri kita dulu. Untuk selama ini apa kontribusi yang sudah kita berikan untuk Negara kita? Sudahkah kita bener - bener menjalankan, menghayati isi dari sumpah pemuda itu sendiri;"Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia". Yang kita terapkan dalam keseharian; Misalnya dalam hal buang sampah sudah pada tempatnya kah? masih nyolong - nyolong menggunakan jalur busway kah? masih merokok ditempat umum (bagi perokok) kah? masih bangga menggunakan produk luar negri kah? masih merasa lebih bangga dan bela - bela in untuk bisa jalan - jalan ke luar negri kah? dll
Yuuuu, bila kita menginginkan perubahan menuju lebih baik apapun itu bentuknya dimulai dari diri sendiri.
Bersyukur dan bangga menjadi Warga Negara Indonesia dan memang berdarah Indonesia yang sangat kaya akan keindahan alam dan budayanya.
Keren bangetkan Negara kita, Indonesia kita??? jadiii bersama - sama yuuu kita jaga kelestarian lingkungan, budaya, dan saling rukun tetangga :) Jangan kita baru peduli ketika milik Negara kita, Indonesia kita diakui oleh Negara lain! atau sibuk saling menyalahkan.
Dan kebanyakan dari kita (Warga Negara Indonesia) *mungkin termasuk gw hanya bisa berkomentar, menyalahkan dan protes..."harusnya kan begini...ko gini sih...kenapa ga begitu..dan blablabla. Ketika di media sosial rame - rame orang pada ikut - ikutan heboh tulis hastag #PrayForJakarta, hati dan pikiran gw terhentak semua pada heboh menujukan rasa empaty nya tapiii dalam kenyataannya masih banyak korban bencana yang tidak mendapatkan secara merata bantuan itu. Jadi dari situ terbuktilah kalu kita kebanyakan hanya bisa berkomentar yang tidak diiriingi dengan tindakan. Sebelum lisan kita menyalahkan para pejebat lah yang bertanggung jawab tidak koperatif, kita seharusnya lihat ke diri kita dulu. Untuk selama ini apa kontribusi yang sudah kita berikan untuk Negara kita? Sudahkah kita bener - bener menjalankan, menghayati isi dari sumpah pemuda itu sendiri;"Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia". Yang kita terapkan dalam keseharian; Misalnya dalam hal buang sampah sudah pada tempatnya kah? masih nyolong - nyolong menggunakan jalur busway kah? masih merokok ditempat umum (bagi perokok) kah? masih bangga menggunakan produk luar negri kah? masih merasa lebih bangga dan bela - bela in untuk bisa jalan - jalan ke luar negri kah? dll
Yuuuu, bila kita menginginkan perubahan menuju lebih baik apapun itu bentuknya dimulai dari diri sendiri.
Bersyukur dan bangga menjadi Warga Negara Indonesia dan memang berdarah Indonesia yang sangat kaya akan keindahan alam dan budayanya.
Keren bangetkan Negara kita, Indonesia kita??? jadiii bersama - sama yuuu kita jaga kelestarian lingkungan, budaya, dan saling rukun tetangga :) Jangan kita baru peduli ketika milik Negara kita, Indonesia kita diakui oleh Negara lain! atau sibuk saling menyalahkan.
Tuesday, December 25, 2012
"lakum diinukum wa liya diin"
Beragama adalah hak mutlak bagi setiap individu yang dilindungi dalam perundang - undangan di negara kita Indonesia. Yang tercantum dalam Pasal 29 Ayat 2 UUD45 "Negara menjamin kemerdekaan tiap - tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing - masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaan itu" Ada 6 agama di Indonesia, dan masyarakat Indonesia terlahir untuk hidup bertoleransi baik dalam berkehidupan beragama, norma, maupun adat istiadat. Tetapi toleransi yang bagaimanakah yang tidak mengorbankan aqidah kita sebagai orang yang mengaku beragama khususnya ISLAM. Toleransi bukannya ikut-ikutan, kebablasan atau bahkan justru membuat kita terjebak dalam kekufuran. 25 Desember adalah hari raya bagi umat nasrani, wajib bagi kita [kaum muslimin] menghormati keyakinan mereka. Bahkan haram mencaci maki sembahan mereka.
Allah SWT berfirman dalam surat Al An'aam ayat 108 :
"Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan".
Tetapi juga haram bila kita mencampuradukan keyakinan kita dengan kepercayaan mereka.
Allah SWT berfirman dalam surat Al An'aam ayat 82 :
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Kalau katanya Ustad Arifin ilham dalam syiarnya; Diantaranya larangan mengucapkan selamat natal, karena natal adalah keyaqinan dan ritual teman kita Kristiani, hormati tanpa harus mengucapkan selamat natal. Karena keyaqinan kita berbeda, mohon buka surah Al Maidah ayat 72 *[Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun]. Lebih langkapnya lihat fatwa MUI. Toleransi dalam muamalah, gotong royang, bisnis dsb ayo kita bersama, tetapi toleransi dalam keyaqinan, mari kita saling menjaga dan menghormati. Kalaulah sahabat melihat para tokoh mengucapkan dan berbaur, jangan terkecoh apalagi latah mengikuti mereka. Semua menanggung konsekwensinya di akhirat kelak. Orang beriman mengedepankan aqidah "RIDHO ALLAH, HIDUP DALAM SYARIATNYA dan KESELAMATAN DI AKHIRAT daripada muamalah dunia secuil ini. "Allahumma ya Allah yg Menguasai semua hati dan keadaan, tetapkanlah hati kami dlm keimanan dan ketaatan kepadaMu...aamiin".
Kalau katanya Ustad Felix Siauw dalam syiarnya [fyi:Ustad yang mualaf dan orang tuannya pun memeluk agama lain]; Rasulullah Muhammad saw bersabda,"Kamu akan mengikuti sunnah (kebiasaan) orang-orang sebelum kamu..Kamu akan mengikuti sunnah (kebiasaan) kaum-kaum sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta..sehingga mereka masuk ke dalam lubang biawak (buaya) kamu tetap mengikuti mereka,"begitu simpul Rasulullah. Lalu kami (sahabat) bertanya,"Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani?..Rasulullah saw bersabda menjawab,"Kalau bukan mereka Yahudi dan Nasrani), siapa lagi?" ( HR Bukhari dan Muslim)
Jadi sudah jelas sebenarnya bagi kita panutan,Rasulullah saw peringatkan, ingat-ingat, sedikit demi sedikit kita diajak geser aqidah. Hari ini ucap selamat, besok ikut hias pohon natal, lusa ikutan makan-makan natal, minggu depan ke gereja, bulan depan, tahun depan?. Semua sudah diatur olehNYA dan Allah SWT berfirman dalam surat Al Kaafiruun ayat 6 "lakum diinukum wa liya diin, untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." kurang apalagi? udah biarin aja mereka, jangan ikutan repot. Seringkali kita beralasan, “Tapi kan nggak enak, dia bos saya / teman saya / dll, masak saya nggak ngucapin, kalo dalam hati mengingkari kan gak papa, yang penting niatnya! Toleransi dong!” Perlu kita sampaikan, niat apapun yang kita punya, apabila kita melakukan hal itu, maka sama saja hukumnya. Dan t o l e r a n s i bukanlahmengikuti perayaan aqidah umat lain. Oleh karena itu harusnya kita lebih takut kepada Allah dibanding kepada manusia.
Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir (Al-Maaidah : 44)
Kalau katanya Ustad Yusuf Mansur dalam syiarnya; Jangan pada ribut soal "selamat natal" boleh apa nggak. Ga boleh! cukup kita jangan ganggu, tapi terhadap yang ga sependapat, ya lebih jangan ngotot lagi. Barangkali mereka belom tau aja. Dan ada yang bertanya, "dilema sama pekerjaan ustad,banyak nasabah nasrani gmn? (Kan ga mesti juga ngucapin.Kawan saya juga banyak.Biasa aja.Senyum aja).
Jadi jelas banget, bagaimana toleransi Islam terhadap agama lain. Toleransi kita hanya membiarkan mereka melakukan apa yang mereka yakini tanpa kita ganggu. Itulah toleransi kita, yang t i d a k mengorbankan aqidah kita sebagai muslim.
Allah SWT berfirman dalam surat Al An'aam ayat 108 :
"Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan".
Tetapi juga haram bila kita mencampuradukan keyakinan kita dengan kepercayaan mereka.
Allah SWT berfirman dalam surat Al An'aam ayat 82 :
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Kalau katanya Ustad Arifin ilham dalam syiarnya; Diantaranya larangan mengucapkan selamat natal, karena natal adalah keyaqinan dan ritual teman kita Kristiani, hormati tanpa harus mengucapkan selamat natal. Karena keyaqinan kita berbeda, mohon buka surah Al Maidah ayat 72 *[Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun]. Lebih langkapnya lihat fatwa MUI. Toleransi dalam muamalah, gotong royang, bisnis dsb ayo kita bersama, tetapi toleransi dalam keyaqinan, mari kita saling menjaga dan menghormati. Kalaulah sahabat melihat para tokoh mengucapkan dan berbaur, jangan terkecoh apalagi latah mengikuti mereka. Semua menanggung konsekwensinya di akhirat kelak. Orang beriman mengedepankan aqidah "RIDHO ALLAH, HIDUP DALAM SYARIATNYA dan KESELAMATAN DI AKHIRAT daripada muamalah dunia secuil ini. "Allahumma ya Allah yg Menguasai semua hati dan keadaan, tetapkanlah hati kami dlm keimanan dan ketaatan kepadaMu...aamiin".
Kalau katanya Ustad Felix Siauw dalam syiarnya [fyi:Ustad yang mualaf dan orang tuannya pun memeluk agama lain]; Rasulullah Muhammad saw bersabda,"Kamu akan mengikuti sunnah (kebiasaan) orang-orang sebelum kamu..Kamu akan mengikuti sunnah (kebiasaan) kaum-kaum sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta..sehingga mereka masuk ke dalam lubang biawak (buaya) kamu tetap mengikuti mereka,"begitu simpul Rasulullah. Lalu kami (sahabat) bertanya,"Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani?..Rasulullah saw bersabda menjawab,"Kalau bukan mereka Yahudi dan Nasrani), siapa lagi?" ( HR Bukhari dan Muslim)
Jadi sudah jelas sebenarnya bagi kita panutan,Rasulullah saw peringatkan, ingat-ingat, sedikit demi sedikit kita diajak geser aqidah. Hari ini ucap selamat, besok ikut hias pohon natal, lusa ikutan makan-makan natal, minggu depan ke gereja, bulan depan, tahun depan?. Semua sudah diatur olehNYA dan Allah SWT berfirman dalam surat Al Kaafiruun ayat 6 "lakum diinukum wa liya diin, untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." kurang apalagi? udah biarin aja mereka, jangan ikutan repot. Seringkali kita beralasan, “Tapi kan nggak enak, dia bos saya / teman saya / dll, masak saya nggak ngucapin, kalo dalam hati mengingkari kan gak papa, yang penting niatnya! Toleransi dong!” Perlu kita sampaikan, niat apapun yang kita punya, apabila kita melakukan hal itu, maka sama saja hukumnya. Dan t o l e r a n s i bukanlah
Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir (Al-Maaidah : 44)
Kalau katanya Ustad Yusuf Mansur dalam syiarnya; Jangan pada ribut soal "selamat natal" boleh apa nggak. Ga boleh! cukup kita jangan ganggu, tapi terhadap yang ga sependapat, ya lebih jangan ngotot lagi. Barangkali mereka belom tau aja. Dan ada yang bertanya, "dilema sama pekerjaan ustad,banyak nasabah nasrani gmn? (Kan ga mesti juga ngucapin.Kawan saya juga banyak.Biasa aja.Senyum aja).
Jadi jelas banget, bagaimana toleransi Islam terhadap agama lain. Toleransi kita hanya membiarkan mereka melakukan apa yang mereka yakini tanpa kita ganggu. Itulah toleransi kita, yang t i d a k mengorbankan aqidah kita sebagai muslim.
Saturday, December 22, 2012
Wanita «« - »» Ibu
Yay hari ini hampir setiap orang berlomba - lomba ingin menunjukan betapa cintanya kepada IBU. Semoga ga hanya untuk hari ini aja ya, because everyday is mother's day :)
Hari ini kalau gw pribadi tidak termasuk ikut merayakan, bukan ingin berbeda dari kebanyakan orang - orang atau merasa sok paling benar. RasulAllah shallallahu'alaihiwassalam pun tidak pernah merayakannya. Karena setiap hari setiap detik selama hayat masih dikandung badan adalah hari Ibu, jadi gw selalu berusaha bisa menjadi anak yang menenangkan hati orang tua dan memperlakukan mereka secara baik. Walaupun pasti yang namanya manusia gw pernah mengecewakan, tapi ga ada kata lelah untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lagi. Karena ridho Orang Tua ya ridhoNYA juga.
Allah SWT berfirman dalam surat Al Israa ayat 23 - 25 :
•23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain DIA dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
•24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."
•25. Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.
Semoga orang - orang yang hari ini merayakan menunjukan kasih sayangnya kepada Ibu secara masal [share media sosial] tidak hanya hari ini aja. Perlakukanlah seorang Wanita Ibu secara baik, karena peran Wanita dalam kehidupan besar sekali. Lewat rahim Wanitalah kita terlahir, yang melewati perjuangan hidup dan mati ketika melahirkan. Peran Ibu rumah tangga pun yang keliatannya simpel mudah (mengurus keluarga, bersih - bersih rumah, sampai mengatur keuangan)itu tidak semudah yang kita bayangkan loh. Butuh keikhlasan yang terlahir dari hati, coba kita review seberapa sering kita mengabaikannya? *renungan diri
Dan gw suka nih twitnya MelanieSubono Dulu gw sedih ga bs punya anak sampai "kikan" blg : semua wanita itu adalah ibu, tanpa harus melahirkan. Tersenyumlah smua wanita! <<- bener banget! Bersyukurlah terlahir sebagai wanita :) berusaha lah untuk terus menjadi seorang Wanita yang hebat baik kepada Tuhan, diri sendiri maupun terhadap sesama manusia. Dan coba yuuuk, untuk bisa memperlakukannya Wanita «-» Ibu dengan sebaik baiknya. Menghargainya, cium peluk setiap hari, mengatakan trimakasih, dan tidak gengsi untuk meminta maaf kapan saja(jangan pas hari raya aja).
Hari ini kalau gw pribadi tidak termasuk ikut merayakan, bukan ingin berbeda dari kebanyakan orang - orang atau merasa sok paling benar. RasulAllah shallallahu'alaihiwassalam pun tidak pernah merayakannya. Karena setiap hari setiap detik selama hayat masih dikandung badan adalah hari Ibu, jadi gw selalu berusaha bisa menjadi anak yang menenangkan hati orang tua dan memperlakukan mereka secara baik. Walaupun pasti yang namanya manusia gw pernah mengecewakan, tapi ga ada kata lelah untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lagi. Karena ridho Orang Tua ya ridhoNYA juga.
Allah SWT berfirman dalam surat Al Israa ayat 23 - 25 :
•23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain DIA dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
•24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."
•25. Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.
Semoga orang - orang yang hari ini merayakan menunjukan kasih sayangnya kepada Ibu secara masal [share media sosial] tidak hanya hari ini aja. Perlakukanlah seorang Wanita Ibu secara baik, karena peran Wanita dalam kehidupan besar sekali. Lewat rahim Wanitalah kita terlahir, yang melewati perjuangan hidup dan mati ketika melahirkan. Peran Ibu rumah tangga pun yang keliatannya simpel mudah (mengurus keluarga, bersih - bersih rumah, sampai mengatur keuangan)itu tidak semudah yang kita bayangkan loh. Butuh keikhlasan yang terlahir dari hati, coba kita review seberapa sering kita mengabaikannya? *renungan diri
Dan gw suka nih twitnya MelanieSubono Dulu gw sedih ga bs punya anak sampai "kikan" blg : semua wanita itu adalah ibu, tanpa harus melahirkan. Tersenyumlah smua wanita! <<- bener banget! Bersyukurlah terlahir sebagai wanita :) berusaha lah untuk terus menjadi seorang Wanita yang hebat baik kepada Tuhan, diri sendiri maupun terhadap sesama manusia. Dan coba yuuuk, untuk bisa memperlakukannya Wanita «-» Ibu dengan sebaik baiknya. Menghargainya, cium peluk setiap hari, mengatakan trimakasih, dan tidak gengsi untuk meminta maaf kapan saja
Friday, December 21, 2012
The Largest Indonesian Community
Hayoo yang ngaku orang Indonesia siapa sih yang nggak tau K A S K U S ?? komunitas terbesar di Indonesia. Hari Rabu Tanggal 19 Desember kemarin, membuat acara KASKUS The Lounge. Dan kali ini dengan tema kaskus fotografi, [fyi :: KASKUS The Lounge merupakan acara kopdar komunitas secara rutin yang diadaain hari Rabu di minggu terakhir setiap bulan dan acara ini free]. Info ini, gw udah lihat sih sebelumnya di twit mereka tapi belom sempet buka linknya. Daaan ketika temen gw *Iin kasih info detail, beuh gw semangat banget dah. Gimana nggak!! pertama gw penasaran banget sama kantornya yang keren banget, yang sebelumnya pernah gw liat tayangan di tv, kedua pas temanya itu loh fotografi, dan ketiga acaranya free pula caaakeeep!! Sebelumnya Iin udah daftarin,hadeeh email kita tak kunjung berbalas. Tapi kita ga diem aja menunggu, gw coba ngetwit juga ga ada respon, dan akirnya Iin melihat twitnya levitasi [komunitas photo melayang yang kita ikutin] ngetwit bagi - bagi invitation Kaskus The Lounge. Alhamdulillah akhirnya kita dapet juga undangannya, dan perwakilan dari komunitas levitasi. Kita excited banget, sampai disana [kantor Kaskus] yang bertempat di Menara Palma lt.11 JL.HR Rasuna Said Kuningan Jakarta. Tuh,kantor bener - bener kecee banget, gw langsung menghayal kalo kerja disini pasti enak banget nih dengan design interior yang kreatif buanget buat kita merasa nyaman, sesibuk apapun akan buat kita merasa fun untuk bekerja. Setelah registrasi udah acaranya free dapet makan minum pula loh, dan ada door prize dari samsung galaxy camera. Dengan tema fotografi ini, dihadiri oleh beberapa perwakilan komunitas fotografi ada pencinta levitasi, instagram, milanisti. Dan share the moment dengan pembicara Maryssa Tunjung Sari (Photographer Professional), Dicki Rahman (www.ngiderngiler.com)dan Lucky Pransiska (Photo Journalist). Dari semua yang mereka share, bener - bener menambah pengetahuan banget bagaimana menghasilkan foto yang baik. Mas Lucky berbagi cerita bagaimana perjuangannya ketika harus membuat photo journalist di situasi yang sedikit membahayakan (demo atau konflik masyarakat), Mas Dicki memberikan tips bagaimana membuat food fotografi dan membuat blog yang baik, dan Mba Marysa memberikan ilmu fotografi yang singkat-padat-jelas pokoknya wow banget deh menurut gw. Mba Marysa yang juga menjadi brand ambasador dari samsung digital camera bilang, "apapun cameranya yg penting kreatifitas,kebanyakan pake dslr cuma gengsi aj!!semakin gede smakin biar trlihat profesional". Dan menjelaskan juga secara detail tekhniknya bagaimana menghasilkan foto yang baik. Dari kata - katanya tersebut membuat gw langsung ga kepingiin untuk punya dslr \m/. Yang dikatakan Mba Marysa bener banget, kalau gw perhatiin disekitar gw nih banyak yang dengan bangga punya camera dslr taapii hasil fotonya ga bikin gw betah berlama - lama untuk memandangi hasil fotonya. Yaaa bener banget biar gengsi aja, biar terlihat kece. Pokoknya apapun itu cameranya [hp, poket, toycam, underwater, dll] yang penting punya kreatifitas dan diimbangi punya pengetahuan tekhniksnya. Dan langsung pingin punya camera yang ituuu yang kecil,praktis,dan ga kalah hasilnya sama dslr [i wish come true] :) dan acara ditutup dengan stand up comedy perfomance Crazydhika.
Dan gw narsis dikit lah kapan lagi ya kan... :D
foto dulu ah, sama Mba Marysa biar ketularan jadi photographer professional :D
pintu masuk kantor kaskus yang di lt.11 (karna acaranya di lt.10)
dapet goodie bag pula
Alhamdulillah...
Subscribe to:
Posts (Atom)




